Update Banjir Jakarta Sabtu Pagi: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang
Medan Bicara – Update Banjir Jakarta Sabtu Banjir yang melanda Jakarta sejak Jumat malam (23/1) masih menggenangi sejumlah wilayah pada Sabtu pagi (24/1), dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa 90 RT (Rukun Tetangga) di beberapa kecamatan dan 9 ruas jalan utama masih terendam air. Dampak banjir ini cukup parah, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa meskipun hujan telah reda pada Sabtu dini hari, sejumlah wilayah masih terimbas genangan akibat curah hujan yang sangat tinggi yang terjadi sepanjang Jumat malam. Warga yang terdampak kini tengah menjalani masa pemulihan sementara pihak berwenang terus melakukan upaya penanganan.
Daerah Terdampak dan Status Tergenang
Menurut data dari BPBD DKI Jakarta, hingga pagi ini, wilayah yang masih mengalami genangan terbesar berada di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Beberapa kawasan seperti Cawang, Kampung Melayu, Manggarai, dan Tanah Abang tercatat memiliki genangan yang mencapai ketinggian lebih dari 50 cm. Hal ini mengganggu akses transportasi publik dan pergerakan warga.
Di Jakarta Selatan, daerah seperti Pejaten dan Kemang juga dilaporkan masih tergenang meski ada upaya penurunan muka air di beberapa titik. Sementara itu, Jakarta Barat mengalami dampak paling parah, dengan genangan air yang menghambat mobilitas warga di area Grogol dan Kedoya.
“Jumlah RT yang terdampak terus diperbarui, tetapi saat ini tercatat ada sekitar 90 RT yang masih terendam. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mengatasi genangan ini,” ujar Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: AS Resmi Keluar dari WHO Dunia Kesehatan Global Terancam Krisis
9 Ruas Jalan Masih Terendam, Kemacetan Luar Biasa
Selain RT yang terendam, 9 ruas jalan utama di Jakarta masih mengalami genangan parah. Beberapa ruas jalan yang tergenang antara lain di kawasan Pancoran, Cawang, dan kawasan sepanjang Jl. Jenderal Sudirman. Banjir ini menyebabkan kemacetan panjang, terutama di kawasan-kawasan yang biasanya padat aktivitas, seperti Semanggi, Blok M, dan Kuningan.
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah memperingatkan pengendara untuk menghindari beberapa ruas jalan yang masih terendam air. Beberapa kendaraan besar terpaksa berhenti di tengah jalan karena tak mampu melewati genangan yang mencapai lebih dari 40 cm.
“Penyumbatan drainase dan curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah Jakarta terendam dengan cukup lama. Kami terus berupaya membuka akses dan mengurangi dampak banjir, namun bagi warga yang hendak bepergian, kami sarankan untuk mengecek status jalan terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.
Upaya Penanganan dan Antisipasi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan ratusan petugas dan relawan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir dan membersihkan saluran air yang tersumbat.
Sebagai langkah mitigasi lebih lanjut, BPBD dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah meningkatkan patroli untuk memantau keadaan dan membuka akses jalan yang tertutup akibat genangan. Beberapa titik banjir juga mulai surut, namun proses pemulihan dan pembersihan saluran air masih berjalan.
Pemerintah DKI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase, karena hal ini dapat memperburuk kondisi banjir dan memperlambat proses penyelesaian genangan.
Update Banjir Jakarta Sabtu Warga Diminta Waspada, Cuaca Masih Tidak Menentu
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Jakarta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih dapat terjadi sepanjang akhir pekan. Kami akan terus melakukan update cuaca secara berkala, dan pemerintah daerah akan mempercepat pemulihan dengan segera,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Harapan Pemulihan dan Peningkatan Infrastruktur
Banjir yang kembali terjadi di Jakarta menunjukkan bahwa masalah drainase dan pengelolaan air masih menjadi tantangan utama. Banyak pihak yang menyerukan perlunya peningkatan infrastruktur penanggulangan banjir, seperti pembangunan waduk, sistem drainase yang lebih baik, dan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Tetapi kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan sistem drainase dan pemulihan kota, agar Jakarta tidak terus-menerus terancam bencana alam seperti ini,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.












