1. Tim Penjinak Bom 376 Jemaah Haji Mendarat Darurat di Kualanamu, Bom Terror Terungkap dari Email
Medan Bicara Tim Penjinak Bom Pesawat Saudia Airlines SVA 5688 dari Muscat ke Surabaya mendarat darurat di Bandara Kualanamu pada pukul 09.27 WIB setelah menerima ancaman bom lewat email Pesawat jenis Airbus A330 ini membawa 376 jemaah haji asal Indonesia
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, memastikan para jemaah telah dievakuasi ke ruang tunggu Kualanamu. Sementara itu, tim penjinak bom dikerahkan untuk memeriksa pesawat secara tuntas.
2. Tim Penjinak Bom Periksa Boeing Saudia, 376 Penumpang Haji Dievakuasi
Pesawat SVA 5688 jenis Airbus A330-343, registrasi EC‑NOF, dialihkan ke Kualanamu setelah menerima email ancaman kini tengah memeriksa kargo, kabin penumpang, serta ruang kokpit.

Baca Juga: Sidang Putusan Mantan Ketua Puskopkar A BB Kolonel Purn Igit Digelar Besok
3. Evakuasi Lancar, 376 Jemaah Haji Aman Meski Pesawat Terancam Bom
Sabtu, 21 Juni 2025 – Pesawat Saudia Airlines rute Muscat–Surabaya melakukan pendaratan darurat setelah mendapat ancaman bom.
Pesawat Saudia Airlines SVA 5688 sempat menghadapi situasi serupa dengan Boeing 777 Juni lalu. Kali ini Airbus A330 juga dialihkan ke Kualanamu setelah mendapatkan e‑mail berisi bom terror . Evakuasi berjalan lancar tanpa kepanikan berarti.
Korban jemaah haji tetap mendapat prioritas utama. Investigasi bersama antara Polda Sumut, TNI AU, dan unsur bandara tengah berlangsung.
Pesawat Saudia Airlines tujuan Surabaya kembali mendarat di Medan setelah terima email ancaman bom. Pesawat ini membawa 376 jamaah haji Indonesia
Menanggapi ancaman tersebut, tim Jihandak (penjinak bahan peledak) dari Brimob Polda Sumut langsung dikerahkan ke lokasi bersama aparat dari TNI AU dan tim keamanan bandara. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap seluruh bagian pesawat, termasuk ruang kabin, kokpit, bagasi, hingga toilet.
Langkah-langkah sterilisasi diambil secara ketat untuk mencegah kemungkinan ledakan atau ancaman lainnya. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk mengetahui sumber ancaman bom yang diterima pihak maskapai melalui sistem komunikasi elektronik.












