Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Sering Kecelakaan Manajemen Transjakarta Diminta Evaluasi Menyeluruh

Skintific

Sering Kecelakaan Manajemen TransJakarta didesak Evaluasi Menyeluruh

Medan Bicara — Sering Kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta kembali menjadi sorotan publik dan pemangku kepentingan. Belakangan ini, sejumlah insiden telah menimbulkan korban hingga kerusakan materiil. Sebagai konsekuensinya, ada tuntutan agar manajemen TransJakarta melakukan evaluasi secara menyeluruh — bukan hanya pada aspek operasional, tetapi juga perekrutan, pelatihan, pemeliharaan armada, dan pengelolaan rute.


Kasus-Kasus Terbaru

Salah satu insiden terkini terjadi pada Jumat, 19 September 2025, di kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Sebuah bus TransJakarta menabrak kios pedagang dan rumah toko (ruko), menyebabkan enam orang luka‑luka: empat pedagang atau warga, satu pramudi, dan satu pelanggan. Peristiwa ini kembali memicu diskusi soal keselamatan operasional transportasi umum massal.

Skintific

Data & Tren Kecelakaan

Selama periode Januari–September 2022, data mencatat 827 kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

TransJakarta pernah melaporkan tingkat kecelakaan sebesar 0,36 kejadian per 100.000 km perjalanan pada 2024, yang menyatakan adanya penurunan dari angka sebelumnya sekitar 0,70/100.000 km. Namun demikian, berbagai pihak menyebut bahwa frekuensi kejadian masih terlalu tinggi.

Pada 2021, KNKT mencatat 502 kecelakaan TransJakarta dalam satu tahun, yang menjadi dasar audit dan rekomendasi evaluasi menyeluruh.

Hasil Evaluasi dan Rekomendasi KNKT Soal Kecelakaan Bus Transjakarta


Baca Juga: Proyek Galian di Jalan Terusan Rasuna Said Diharapkan Kurangi Banjirv

Sering Kecelakaan Dimana Titik Lemah

Berdasarkan analisis pihak independen dan KNKT, terdapat beberapa titik rawan yang perlu mendapat perhatian:

Human Factor / Pengemudi
Banyak kasus yang berasal dari kelalaian sopir, kelelahan (kerja shift panjang, kurang istirahat), dan kesiapan fisik/psikologis pengemudi.

Kelayakan Armada
Termasuk kondisi rem, suspensi, mesin, dan sistem keselamatan lainnya. Armada yang mulai tua butuh perawatan dan penggantian agar memenuhi standar keselamatan.

Rute dan Infrastruktur
Banyak lintasan yang punya potensi bahaya (“hazard”), seperti marka jalan yang hilang/membingungkan, separator busway yang rapuh, lampu lalu lintas, visibility, maupun desain halte. Road hazard mapping menjadi salah satu rekomendasi.

Manajemen Risiko dan Sistem Keselamatan
Perlu adanya departemen khusus atau unit yang fokus pada manajemen risiko dalam struktur organisasi TransJakarta, termasuk prosedur darurat, monitoring keselamatan, audit internal, dan sistem manajemen keselamatan (Safety Management System).


Seruan dari DPRD & Pengamat

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Kenneth, meminta TransJakarta mengevaluasi kualitas armada, sistem perekrutan dan pelatihan pengemudi, serta pengawasan operasional di lapangan.


Usulan Langkah Konkret

Berdasarkan laporan dan rekomendasi yang ada, berikut beberapa langkah yang dianggap penting:

Pembentukan unit manajemen risiko setingkat direktorat di TransJakarta yang mengawasi keselamatan operasional dari hulu ke hilir.

Pengetatan standar perekrutan dan pelatihan pengemudi, termasuk sertifikasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Peningkatan pemeliharaan dan peremajaan armada bus, baik dari sisi teknologi (rem, sistem pengereman), umur bus, dan inspeksi rutin.

Pengembangan sistem monitoring dan sensor pendukung: misalnya kamera, sensor kecepatan, sistem deteksi rem blong.

Pemetaan rute (road hazard mapping) secara menyeluruh dan perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi bagian dari jalur TransJakarta.

Regulasi lebih jelas mengenai jam kerja, waktu istirahat, gantian shift, untuk menghindari kelelahan pengemudi.

Skintific