Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Menag Ingatkan Santri Harus Hormati Kiai Ketum PBNU Menyimak

Menag Ingatkan Santri
Skintific

Menag Ingatkan Santri Harus Hormati Kiai, Ketum PBNU Menyimak

Medan Bicara – Menag Ingatkan Santri Dalam sebuah acara yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah, Kabupaten Pasuruan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali menegaskan pentingnya nilai-nilai penghormatan dan adab dalam dunia pesantren. Dalam pidatonya yang penuh makna, Menag mengingatkan para santri untuk selalu menghormati kiai, yang tidak hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai sosok teladan yang memiliki peran sentral dalam menjaga tradisi dan perkembangan dunia pesantren.

Pernyataan ini mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, terutama oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Skintific

Menag Yaqut: Menghormati Kiai adalah Wujud Penghormatan terhadap Ilmu

Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan itu mengingatkan para santri bahwa penghormatan kepada kiai merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan diri dan penerimaan ilmu. Ia menekankan bahwa dalam dunia pesantren, kiai adalah figur yang memiliki kedudukan yang sangat penting, bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penjaga tradisi, moralitas, dan spiritualitas yang mengarah pada pembentukan karakter bangsa.

Menag juga mengingatkan bahwa hubungan antara santri dan kiai adalah hubungan yang saling mendukung. Santri sebagai penerima ilmu, harus meneladani adab yang baik, sikap rendah hati, dan tekun dalam belajar. Respons Tayangan Viral Santri Ngesot dan Kiai Terima Amplop, Menag  Nasaruddin Minta Media Tidak Mengusik Pesantren - Jawa Pos

Baca Juga: 5 Fakta Markas Ormas Jadi Sarang Judi di Medan Dikelola Ketua Bareng Istri

Ketum PBNU Gus Yahya: Penghormatan kepada Kiai Menjadi Landasan Kekuatan Pesantren

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, turut memberikan tanggapan atas pernyataan Menag. Sebagai pemimpin salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Gus Yahya menggarisbawahi bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat untuk mendidik karakter, adab, dan moral generasi penerus bangsa.

“Pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga warisan nilai-nilai tradisional kita. Menghormati kiai adalah bagian dari proses mendalam untuk memupuk keimanan dan pengabdian kita kepada Allah SWT, yang pada gilirannya akan berdampak pada kedamaian dan ketertiban dalam masyarakat,” ujar Gus Yahya.

Ia juga menambahkan, bahwa pondasi kekuatan pesantren terletak pada hubungan yang harmonis antara santri dan kiai. Jika hubungan ini terjaga dengan baik, maka keberlangsungan dan kekuatan pesantren dalam mencetak ulama, cendekiawan, dan pemimpin yang bijaksana akan terus terbukti.

Namun, bukan berarti pesantren harus menutup diri dari kemajuan zaman. Sebaliknya, pesantren harus mampu menyaring dan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan umat, tanpa meninggalkan adab dan akhlak yang telah menjadi ciri khas dunia pesantren.

Pesantren dan Peranannya dalam Membangun Karakter Bangsa

Dalam sambutannya, Menag juga menjelaskan bahwa pesantren memegang peranan yang sangat vital dalam membangun karakter bangsa, khususnya dalam memperkuat aspek moral dan spiritual di tengah kemajuan zaman yang semakin kompleks. Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pada tradisi, pesantren memiliki kemampuan unik untuk menanamkan nilai-nilai agama yang kuat, sembari tetap mempertahankan warisan budaya Indonesia yang penuh dengan toleransi dan keberagaman

Skintific