Jembatan Hanyut Disapu Banjir Polres Lhokseumawe Kerahkan Perahu Karet untuk Penyeberangan Warga
Medan Bicara — Jembatan Hanyut Disapu Banjir Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lhokseumawe dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar dan menyebabkan satu jembatan penghubung antar gampong hanyut tersapu arus. Putusnya akses tersebut membuat ratusan warga kesulitan beraktivitas, terutama mereka yang bekerja dan para pelajar yang harus menyeberangi sungai setiap hari.
Melihat kondisi itu, Polres Lhokseumawe bergerak cepat dengan menyediakan perahu karet untuk membantu proses penyebrangan sementara, sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah terdampak banjir.
Akses Terputus Total Setelah Jembatan Hanyut
Jembatan yang hanyut tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan dua gampong di kecamatan setempat. Akibat derasnya arus sungai, struktur jembatan tak mampu menahan tekanan air dan akhirnya roboh pada dini hari.
Sejak pagi, warga terlihat menumpuk di lokasi karena tidak memiliki alternatif rute lain untuk menuju pusat kota.
“Setiap hari kami melintas lewat jembatan ini. Setelah hanyut, kami benar-benar bingung mau lewat mana,” ujar salah seorang warga yang hendak menuju tempat kerjanya.
Baca Juga: 53 Pasar Murah dengan 8 Jenis Bahan Pokok Dibuka di Medan Berikut Daftar Harganya
Polres Lhokseumawe Turun Tangan
Beberapa jam setelah laporan masuk, tim dari Polres Lhokseumawe langsung dikerahkan ke lokasi. Personel kepolisian membawa perahu karet, pelampung, dan peralatan keselamatan lainnya untuk memastikan proses penyeberangan berlangsung aman.
Kapolres Lhokseumawe menyampaikan bahwa penyediaan perahu karet merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat yang terisolasi.
“Kami fokus memastikan warga tetap bisa beraktivitas. Perahu karet ini akan beroperasi sampai pemerintah daerah selesai menyiapkan akses darurat,” ujarnya.
Jembatan Hanyut Disapu Banjir Pelajar dan Pekerja Jadi Prioritas
Dalam pelaksanaan penyeberangan, petugas kepolisian mengutamakan kelompok rentan dan warga dengan kebutuhan mendesak. Para pelajar, pegawai, serta warga yang sakit menjadi prioritas untuk diseberangkan terlebih dahulu.
Setiap penyeberangan diawasi personel khusus yang memastikan warga mengenakan pelampung dan mengikuti prosedur keselamatan.
“Pelajar biasanya harus berangkat pagi. Jadi kami prioritaskan mereka agar tidak tertinggal sekolah,” kata salah seorang petugas di lapangan.
Jembatan Hanyut Disapu Banjir Warga Apresiasi Langkah Cepat Kepolisian
Keberadaan perahu karet dari Polres Lhokseumawe mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu karena mereka tetap bisa beraktivitas meskipun jalur utama terputus.
“Kami sangat terbantu. Kalau tidak ada perahu, entah bagaimana kami menyeberang,” ungkap ibu rumah tangga yang hendak membeli kebutuhan pokok.
Pemda Siapkan Solusi Jangka Panjang
Sementara itu, pemerintah daerah tengah mengkaji pembangunan jembatan darurat sebagai solusi hingga jembatan permanen dapat dibangun kembali. Pihak dinas terkait telah melakukan survei struktur tanah serta perkiraan biaya pembangunan.
Dalam waktu dekat, rute alternatif juga akan dibuka untuk memperlancar arus warga yang tidak ingin mengantre penyeberangan.
Imbauan Tetap Waspada
Petugas di lapangan terus mengingatkan warga agar berhati-hati ketika menyeberang karena debit air sewaktu-waktu dapat berubah. Polres juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati titik jembatan yang runtuh karena masih terdapat puing yang berbahaya.












