Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Bupati Tapteng Bicara Nasib Kayu Gelondongan Pascabanjir Bandang: Kita Kelola Untuk Masyarakat

Kehadiran Negara dan Efektivitas
Skintific

Bupati Tapteng Kayu Gelondongan Pascabanjir Bandang di Tapteng: Bupati Tegaskan Pengelolaan Harus untuk Kepentingan Masyarakat

Medan Bicara – Bupati Tapteng Pasca banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Tapanuli Tengah (Tapteng), banyak material liar seperti batang pohon, ranting besar, dan kayu gelondongan terseret dari hulu sungai hingga menumpuk di berbagai titik permukiman dan lahan pertanian warga. Kondisi ini bukan hanya menyulitkan proses pembersihan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan kayu yang bernilai ekonomi tinggi.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Bupati Tapteng menegaskan bahwa seluruh kayu gelondongan yang ditemukan pascabencana tidak boleh dibiarkan menjadi objek rebutan pihak tertentu. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan mengelola seluruh kayu tersebut secara terbuka untuk kepentingan masyarakat yang terdampak.

Skintific

Kayu Hanyut Bukan Barang Temuan: Aset yang Harus Diatur Bersama

Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa kayu-kayu besar yang terseret arus banjir berasal dari hutan di bagian hulu yang tergerus aliran air. Karena itu, keberadaan material tersebut di wilayah pemukiman bukan serta-merta dapat dianggap sebagai “barang siapa cepat dia dapat”.

Menurutnya, pengelolaan kayu hanyut memerlukan aturan karena:

kayu berasal dari kawasan hutan negara,

nilai ekonomi kayu dapat menimbulkan perselisihan,Bupati Tapteng Bicara Nasib Kayu Gelondongan Pascabanjir Bandang: Kita  Kelola Untuk Masyarakat - Tribun-medan.com


Baca Juga: SIARAN Langsung Timnas U-22 Indonesia Vs Filipina di SEA Games 2025, Misi Wajib Menang Garuda

Pemkab Siapkan Mekanisme Pencatatan dan Pengawasan

inventarisasi kayu, mencakup ukuran, jenis, dan lokasi temuan,

pengamanan terhadap kayu bernilai tinggi,

koordinasi dengan aparat desa dan pihak kehutanan,

serta musyawarah untuk menentukan penggunaan kayu secara tepat.

Bupati memastikan bahwa masyarakat dapat ikut mengawasi proses ini agar transparan.


Pemanfaatan untuk Pemulihan: Dari Bahan Bangunan hingga Sarana Umum

Pemkab Tapteng mempertimbangkan pemanfaatan kayu gelondongan untuk berbagai kebutuhan warga terdampak banjir, antara lain:

bahan bangunan untuk rumah yang rusak,

perbaikan jembatan kecil atau titian darurat,

penopang tanggul dan struktur sementara di lokasi yang rawan runtuh,

serta kebutuhan komunitas berupa balai desa sementara atau gudang logistik.


Bupati Tapteng Mengurangi Beban Warga dan Mengatasi Limbah Alam

Penumpukan kayu dalam jumlah besar bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga masalah keamanan lingkungan. Material besar yang tertinggal bisa menjadi penghambat aliran air, meningkatkan risiko banjir susulan, serta mengganggu aktivitas warga.

Dengan memanfaatkan kayu tersebut secara terarah, proses pembersihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat sekaligus mengurangi beban warga yang kehilangan banyak harta.


Prioritas Pemerintah: Pemulihan dan Keadilan Sosial

Pernyataan Bupati Tapteng menegaskan bahwa pengelolaan kayu gelondongan pascabencana harus memiliki nilai kemanusiaan, bukan ekonomi semata. Pemerintah daerah menempatkan kesejahteraan masyarakat terdampak sebagai prioritas, sekaligus memberikan jaminan bahwa tidak ada celah bagi oknum untuk mengambil keuntungan dari musibah.

Skintific