Bayi Ditemukan Tewas di Dalam Ransel, Warga Geger
Medan Bicara – Bayi Ditemukan Tewas Suasana tenang di kawasan Medan Polonia, Kota Medan, mendadak berubah mencekam setelah warga menemukan sesosok bayi tewas di dalam sebuah ransel pada Jumat pagi (tanggal sesuai kejadian). Penemuan itu membuat geger warga sekitar karena lokasi penemuan berada tidak jauh dari permukiman padat penduduk.
Menurut keterangan saksi, ransel tersebut ditemukan tergeletak di tepi jalan dalam kondisi tertutup rapat. Awalnya warga mengira tas itu berisi pakaian atau barang bekas, namun curiga karena mengeluarkan bau menyengat. Setelah dibuka, ternyata di dalamnya terdapat tubuh bayi yang sudah tidak bernyawa.
“Waktu dibuka, semua orang langsung teriak. Kami tidak sangka isinya bayi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Polisi Langsung Lakukan Olah TKP
Petugas Polsek Medan Polonia bersama tim Inafis Polrestabes Medan langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan warga. Polisi segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Medan Polonia, dalam keterangannya, membenarkan penemuan tersebut dan menyebut korban diduga bayi baru lahir, karena tali pusarnya masih menempel. Jenazah bayi malang itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi dan identifikasi.
“Kami sedang menyelidiki siapa yang membuang bayi ini dan apa motifnya. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan,” ujar Kapolsek.
Baca Juga: KAI Sumut Catat 2,17 Juta Penumpang Selama Januari–Oktober 2025, Naik 9 Persen
Dugaan Awal: Bayi Baru Lahir yang Dibuang
Dari hasil pemeriksaan sementara, bayi tersebut diperkirakan baru berusia beberapa hari. Kondisinya ditemukan tanpa pembungkus layak dan hanya diselimuti kain seadanya. Polisi menduga bayi tersebut dibuang tak lama setelah dilahirkan.
Kasus ini memunculkan dugaan adanya tindakan pembuangan bayi akibat kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, polisi belum bisa memastikan hal tersebut sebelum hasil autopsi keluar dan pelaku berhasil ditemukan.
Warga Berduka dan Marah
Penemuan bayi ini menimbulkan keprihatinan mendalam bagi warga sekitar. Banyak yang merasa sedih sekaligus geram atas tindakan keji membuang nyawa tak berdosa seperti itu.
“Kalau memang tidak sanggup mengurus, seharusnya bisa menyerahkan bayi itu ke panti asuhan, bukan dibuang begitu saja,” kata seorang ibu rumah tangga di lokasi kejadian.
Beberapa warga bahkan ikut membantu polisi memberikan informasi terkait siapa saja yang terakhir terlihat melintas di sekitar tempat penemuan ransel tersebut.
Bayi Ditemukan Tewas Seruan Kemanusiaan: Jangan Buang Nyawa Tak Berdosa
Kasus pembuangan bayi masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pemerhati anak menilai peristiwa seperti ini mencerminkan krisis empati dan lemahnya sistem perlindungan sosial bagi ibu dan bayi.
Psikolog sosial dari Universitas Sumatera Utara menyebut, banyak kasus serupa terjadi karena tekanan sosial terhadap kehamilan di luar nikah dan kurangnya akses ke layanan konseling atau adopsi. “Masyarakat perlu membuka ruang aman bagi perempuan yang menghadapi kehamilan sulit. Nyawa bayi tidak seharusnya jadi pelampiasan rasa takut,” ujarnya.
Penutup
Kasus bayi yang ditemukan tewas di dalam ransel di Medan Polonia kini tengah diselidiki intensif oleh pihak kepolisian. Sementara warga masih diliputi duka dan harapan agar pelaku segera tertangkap dan dihukum setimpal.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa setiap nyawa, sekecil apa pun, berhak untuk hidup. Dalam dunia yang serba cepat ini, empati dan kepedulian sosial menjadi tembok terakhir agar peristiwa memilukan seperti ini tidak terulang lagi.












