Klarifikasi Ahmad Sahroni Soal Isu “Black Mamba” di Rumahnya Saat Penjarahan
Kronologi Singkat Isu
Medan Bicara – Klarifikasi Ahmad Sahroni rumah politisi dari Partai NasDem ini di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah oleh massa dalam rentang kerusuhan yang terjadi.
Beberapa hari kemudian, sebuah foto benda berwarna hitam yang diklaim sebagai “black mamba” (istilah yang kemudian viral) mulai beredar di media sosial, disertai narasi bahwa benda tersebut ditemukan di dalam rumah Sahroni.
Namun, penelusuran fakta menunjukkan bahwa foto tersebut adalah gambar lama yang tidak terkait dengan rumah Sahroni: foto asli diambil dari lokasi ledakan pelabuhan Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.
Pernyataan Sahroni
“Black mamba, lu bayangin, itu kejadian di rumah di Lebanon tahun 2020… Dituduh kita yang black mamba.” ujar Sahroni dalam wawancara yang dipublikasikan pada 8 November 2025.
Ia menyebut bahwa penyebaran isu ini merupakan bagian dari serangan sistematis yang ditujukan untuk memojokkan dirinya secara politik dan pribadi.
Sahroni juga menyatakan bahwa selain dirinya, keluarganya – termasuk anak-anak – menjadi korban bullying dan hujatan karena hoaks tersebut.
Baca Juga: Dihuni Nama nama Besar Berikut 5 Tugas Komisi Reformasi Polri Bentukan Presiden Prabowo
Klarifikasi Ahmad Sahroni Fakta yang Terungkap
Tim penelusuran fakta menemukan bahwa foto yang dipakai untuk mendukung tuduhan tersebut pertama kali diunggah pada 6 Agustus 2020 di Twitter/X, terkait dengan peristiwa ledakan Beirut.
Penyebaran narasi dan penggunaan istilah “black mamba” dalam konteks ini diduga sebagai provokasi yang memanfaatkan momentum penjarahan rumah dan kondisi kerusuhan publik.
Implikasi & Catatan
Kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah gambar yang di luar konteks bisa dipelintir kemudian menjadi narasi politik yang merugikan pihak tertentu.
Dalam kondisi kerusuhan atau penjarahan massa, isu tambahan seperti ini bisa memperkeruh situasi dan memperburuk reputasi orang yang menjadi target.
Untuk masyarakat dan pengguna media sosial: pentingnya melakukan cek fakta, terutama jika menerima informasi sensasional yang belum terverifikasi.
Bagi Sahroni, klarifikasi ini menjadi langkah penting untuk merespon kerusakan reputasi dan dampak pada keluarganya.
Kesimpulan
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap informasi yang tersebar, dan melihat data lengkap sebelum membuat kesimpulan.












