Percepat Pelayanan Gizi Anak Pemkab Pemalang Resmikan Dapur SPPG ke-31
Medan Bicara — Percepat Pelayanan Gizi Anak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Melalui peresmian Dapur Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) ke-31, Pemkab Pemalang menegaskan langkah konkret mempercepat pelayanan gizi yang merata hingga ke pelosok desa.
Peresmian dapur SPPG ini dilaksanakan di Desa Banjarmulya, Kecamatan Randudongkal, dan dihadiri langsung oleh Pj. Bupati Pemalang, [Nama Pj. Bupati], bersama jajaran Dinas Kesehatan, TP-PKK, serta para kader posyandu dan masyarakat setempat.
Hari ini kita resmikan dapur SPPG ke-31 sebagai bukti nyata bahwa Pemkab Pemalang serius dalam mempercepat pelayanan gizi masyarakat. Anak-anak Pemalang harus tumbuh sehat, cerdas, dan kuat agar mampu bersaing di masa depan,” ujar Pj. Bupati dalam sambutannya.
SPPG: Inovasi Daerah dalam Menangani Gizi Buruk dan Stunting
Program Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) merupakan inovasi Dinas Kesehatan Pemalang yang berfokus pada penyediaan layanan gizi terpadu di tingkat desa. Melalui dapur ini, tenaga gizi, kader posyandu, dan relawan masyarakat bekerja sama untuk:
Menyiapkan menu bergizi seimbang bagi balita gizi kurang dan ibu hamil berisiko.
Memberikan edukasi tentang pola makan sehat dan pengolahan bahan pangan lokal.
Melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Memberdayakan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi.
Dapur SPPG bukan hanya tempat memasak, tapi pusat pembelajaran gizi masyarakat. Kami ingin ibu-ibu tahu bahwa gizi baik tidak harus mahal, cukup memanfaatkan bahan lokal dengan pengolahan yang tepat,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Pemalang, dr. [Nama Kepala Dinas].
Baca Juga: Profil Zaki Ubaidillah Juara Indonesia Masters 2025: Berani Capek dan Melawan
Percepatan Layanan Gizi Berbasis Komunitas
Hingga saat ini, sudah berdiri 31 dapur SPPG di seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang. Setiap dapur dikelola oleh tim lintas sektor — terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, kader posyandu, PKK, dan perangkat desa.
Program ini juga terintegrasi dengan Gerakan Penurunan Stunting Nasional, serta mendukung target angka prevalensi stunting di bawah 14% pada tahun 2025 sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.
Kami menargetkan dalam dua tahun ke depan seluruh desa di Pemalang memiliki dapur SPPG aktif. Dengan pendekatan berbasis komunitas, masyarakat dilatih untuk mandiri dalam menjaga kesehatan anak,” tutur Sekretaris Daerah Pemalang, dalam kesempatan terpisah.
Keterlibatan Kader dan PKK: Motor Utama di Lapangan
Peran Tim Penggerak PKK dan kader posyandu menjadi ujung tombak keberhasilan program ini. Mereka bukan hanya menyalurkan makanan bergizi, tapi juga melakukan kunjungan rumah dan pendampingan intensif bagi keluarga berisiko stunting.
Salah satu kader posyandu dari Desa Banjarmulya, Ibu Sri Lestari, mengaku senang karena kini memiliki dapur yang layak dan alat masak modern.
Dulu kami hanya bisa masak seadanya untuk anak-anak gizi kurang. Sekarang, dengan dapur SPPG baru, kegiatan lebih teratur dan menunya lebih variatif. Anak-anak juga semakin semangat datang ke posyandu,” katanya penuh haru.
Selain itu, dapur SPPG juga membuka pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk membuat pangan olahan lokal bergizi, seperti nugget tempe, bubur ikan gabus, dan puding daun kelor. Produk ini bahkan mulai dijual di pasar desa sebagai tambahan penghasilan.
Percepat Pelayanan Gizi Anak Data dan Dampak Positif Program
Sejak program ini dijalankan tiga tahun lalu, Dinas Kesehatan Pemalang mencatat penurunan signifikan kasus balita gizi buruk. Pada tahun 2022 tercatat angka stunting 18,6%, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 12,9%, melampaui target nasional.
Hasil ini tidak lepas dari kerja keras lintas sektor dan partisipasi masyarakat. SPPG menjadi jembatan penting dalam memastikan anak-anak Pemalang mendapatkan gizi yang layak,” ungkap dr. [Nama Kepala Dinas].
Selain menurunkan angka stunting, SPPG juga berhasil meningkatkan literasi gizi masyarakat. Banyak keluarga kini mulai menyadari pentingnya sarapan bergizi, mengurangi konsumsi jajanan instan, serta memanfaatkan kebun pangan keluarga.
Percepat Pelayanan Gizi Anak Dari Pemalang untuk Indonesia Sehat
Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap model dapur SPPG ini dapat direplikasi oleh daerah lain sebagai bentuk inovasi lokal dalam mempercepat perbaikan gizi masyarakat.
Program ini sederhana, murah, tapi berdampak besar. Jika setiap desa di Indonesia punya dapur gizi seperti ini, maka cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045 bukan lagi mimpi,” ujar Pj. Bupati menutup sambutannya.
Penutup: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Generasi Sehat
Peresmian Dapur SPPG ke-31 di Pemalang bukan sekadar seremoni pembangunan fasilitas, melainkan simbol keseriusan pemerintah daerah dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berdaya.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, PKK, dan masyarakat, Pemalang terus membuktikan bahwa pelayanan gizi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.












