PSDS Deli Serdang Dikabarkan Dijual dan Berganti Nama ke Bontang Khatulistiwa FC — Begini Fakta Sebenarnya yang Diungkap oleh Manajer “Cinwa”
Medan Bicara – PSDS Deli Serdang, klub sepakbola asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dikenal dengan julukan “Traktor Kuning”, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kabar bahwa klub tersebut akan dijual dan direlokasi ke Kalimantan dengan nama baru.
Berikut ringkasan fakta penting:
Manajer PSDS, Herman Sagita alias “Cinwa”, pada Juli 2023 menyatakan bahwa PSDS bersedia melepas saham hingga 100 % karena kebutuhan biaya persiapan ke Liga 2 mencapai sekitar Rp 10 miliar.
Kemudian, pada Oktober 2025, media di Kalimantan melaporkan bahwa Pemerintah Kota Bontang (Pemkot Bontang) sedang menjajaki akuisisi PSDS untuk direbranding jadi “Bontang Khatulistiwa FC”.
Apa yang Diungkap Cinwa
Dalam pernyataannya kepada media Sumatera Utara, Cinwa cukup tegas dalam menegaskan beberapa poin penting:
Ya, PSDS memang membuka opsi menjual saham hingga 100 % untuk pihak yang mampu memenuhi kebutuhan finansial klub.
Tapi, dan ini sangat penting: PSDS menegaskan bahwa identitas klub — yaitu nama “PSDS”, home base di Deli Serdang, serta julukan “Traktor Kuning” — tidak boleh dihilangkan oleh pembeli. “Catatannya tidak menghilangkan identitas yang melekat pada PSDS.
Dengan demikian, menurut Cinwa, kabar bahwa klub akan langsung pindah ke Bontang dan berganti nama mungkin belum menggambarkan kondisi final.
Baca Juga: MAN UNITED Akhirnya Menang 2 Kali Beruntun, Hapus Kutukan 17 Purnama Amorim Khawatir ke Brighton
Kabar Akuisisi ke Bontang — Sejauh Mana Realisasinya?
Berdasarkan laporan media di Kalimantan:
Rencana tersebut termasuk kemungkinan rebranding PSDS menjadi “Bontang Khatulistiwa FC” jika akuisisi berjalan.
Namun, laporan itu juga menyebut bahwa proses masih dalam tahap penjajakan dan belum ada penawaran resmi final.
PSDS Deli Serdang Apa Artinya untuk PSDS dan Para Suporter?
Kebutuhan finansial yang mendesak
PSDS memang dalam posisi keuangan yang sulit, sehingga manajemen membuka opsi penjualan saham secara penuh. Tanpa finansial stabil, sulit untuk bersaing di Liga 2.
Risiko relokasi dan rebranding
Jika benar berganti nama dan lokasi, maka PSDS sebagai warisan budaya rakyat Deli Serdang akan berubah. Suporter “Antrak Mania” dan masyarakat berpotensi menolak jika akar lokal hilang.
Tahap penjajakan, bukan keputusan final
Media menyebut proses masih penjajakan — artinya belum terjadi perubahan 100 %. Masih ada kesempatan bagi PSDS mempertahankan basis di Deli Serdang.
Kesimpulan
Sementara pihak di Bontang memang tertarik, namun belum terjadi deal final.
Dan bagi manajemen: Apakah dukungan finansial kuat dari pembeli akan datang tanpa mengorbankan keaslian klub?
