Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Anak Bunuh Ibunya di Kalteng, Minum 18 Obat Batuk Sebelum Beraksi, Cemburu Korban Lebih Sayang Adik

Skintific

1. Anak Bunuh Ibunya: Cemburu, Pria 30 Tahun di Lamandau Tega Tikam Ibu Kandung

Medan Bicara Anak Bunuh Ibunya warga Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur, menumpahkan kemarahannya dengan membunuh ibu kandungnya, R (48), di kebun sawit pada Jumat (20/6/2025). Sebelum menghabisi nyawa ibunya, S ditengarai menenggak 18 sachet obat batuk cair Komix—membuat motif dan keadaan mentalnya dipertanyakan

Dalam rekonstruksi, S mengamati ibu dan adiknya usai pulang sekolah. Saat kesempatan tiba, dia menikam ibu dari belakang berulang kali hingga tewas, dengan total sekitar 30 luka tusuk, termasuk di punggung dan dada. Dia kemudian meninggalkan lokasi dan membuang pisaunya di kebun sebelum menyerahkan diri.

Skintific

 2.Anak Bunuh Ibunya Tinjauan Hukum dan Motif: Rencana Matang dengan Alasan Psikis

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menyatakan bahwa S membawa pisau yang diasah sejak awal dan meminum obat batuk guna menenangkan diri sebelum bertindak  Motif emosional muncul dari rasa cemburu mendalam—S merasa ibunya lebih menyayangi adiknya, bukan dirinya

Karena ini direncanakan dan disengaja, S diancam hukuman berat sesuai Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana), yang dapat berujung hukuman mati atau seumur hidup  Tersangka kini ditahan Mapolres Lamandau dan kasusnya terus diproses.

Anak Bunuh Ibu dan Lukai Ayah di Depok: Kronologi hingga Motifnya
Anak Bunuh Ibunya

Baca Juga: Kasus Kematian Azwar TKI Ilegal Meninggal di Kamboja, Keluarga Berharap Jasadnya Dibawa Pulang

3. Profil S & Latar Belakang: Tekanan Psikologis dan Ekonomi

Usia pelaku 30 tahun, beralamat di Desa Bukit Jaya. Menurut polisi, S selama ini menghadapi tekanan ekonomi, ‘keluarga terpecah’, serta ketergantungan pada obat-obatan  Kombinasi tekanan tersebut, rasa iri, dan konsumsi 18 sachet Komix diduga membuat ia mengambil tindakan ekstrem.

Kondisi ini memperkuat dugaan gangguan psikologis, diperparah dengan obat batuk cair—yang secara medis dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan menilai risiko.


 Ringkasan:

Aspek Detail
Korban R (48), ibu kandung S
Pelaku S (30), warga Bukit Jaya, Lamandau
Motif Cemburu, rasa sakit hati karena merasa ibunya lebih menyayangi adiknya
Kondisi Meminum 18 sachet obat batuk Komix sebelum menerkam korban dengan pisau
Hukuman Ancaman hukuman berat: Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana)
Skintific